Memasukihari ketiga, lambung bayi sebesar bola pingpong dengan kebutuhan ASI 22--27 ml dan di usia satu minggu, kebutuhan ASI bayi 45--66 ml. Memasuki usia satu bulan, kebutuhan ASI bayi 80--150 ml. "Dengan berjalannya waktu tentu kebutuhan meningkat produksi pun berjalan sesuai kebutuhan bayi," lanjut dr. Jeanne.
TemaGlobal Hari Hipertensi Dunia yang diusung pada tahun 2017 ini adalah "Ketahui Tekanan Darahmu" dengan tema nasional "Cegah Hipertensi Dengan Pendekatan Keluarga". Tema ini dimaksudkan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat yang dimulai dari keluarga untuk (1) mencegah dan mengendalikan hipertensi, (2) melakukan
HariASI Sedunia atau Pekan ASI Sedunia 2022 akan fokus pada penguatan kapasitas peran yang harus melindungi, mempromosikan, dan mendukung pemberian ASI di berbagai lapisan masyarakat. Adapun
DinasKesehatan Provinsi Sumatera Selatan turut memperingati Hari Pekan ASI Sedunia yang diperingati pada tanggal 1 - 7 Agustus 2022. Tema Global : Step up for Breastfeeding, Educate and Support. Tema Nasional : Literasi dan dukungan para pihak dalam mendukung keberhasilan menyusui.
PEKANASI SEDUNIA 2017: Tahun ini Pekan ASI Sedunia atau yang lebih dikenal dengan World Breastfeeding Week (WBW), mengusung tema "Sustaining Breastfeeding Together" menekankan dukungan berbagai pihak untuk mencapai kesuksesan menyusui. Selaras dengan tema yang tersebut, memasuki usia yang kesebelas AIMI telah membangun kerja sama multi
zmOuJD. Hari ASI Sedunia diperingati setiap tanggal 1 Agustus. Hari ASI Sedunia atau Pekan ASI Sedunia World Breastfeed Week akan berlangsung selama satu minggu, yakni mulai 1 Agustus hingga 7 breastfeed week kali ini mengusung tema pada “Menyusui adalah Kunci dalam Menentukan Strategi Pembangunan Berkelanjutan Pasca Pandemi”. Hari ASI Sedunia 2022 Sejarah Pekan ASI Sedunia atau Hari ASI Sedunia adalah gerakan menyusui secara global yang mendukung para ibu agar dapat menyusui di mana saja dengan nyaman. Kegiatan dimulai secara aktif sejak 1992 dengan tema yang berbeda setiap tahunnya. Pekan ASI Sedunia bermula dari dari gagasan organisasi World Alliance for Breastfeeding Action WABA pada 14 Februari 1991. Gagasan ini lahir seiring dicetuskannya Innocenti Declaration yang diresmikan oleh WHO, UNICEF, pemerintah dari beberapa negara, serta sejumlah organisasi lainnya. Declaration ini bertujuan untuk melindungi, mendukung, sekaligus mempromosikan gerakan menyusui. Deklarasi ini diperingati dalam World Breastfeed Week WBW atau Pekan ASI Sedunia pada tanggal 1-7 Agustus. Kemudian mulai tahun 2016, WBW diselaraskan dengan Sustainable Development Goals SDGs. Selanjutnya pada 2018, resolusi Majelis Kesehatan Dunia mengesahkan WBW sebagai strategi promosi menyusui yang Pekan ASI Sedunia merupakan salah satu kampanye bersama yang dilakukan oleh WHO dan UNICEF. Melalui peringatan ini, WHO merekomendasikan para ibu untuk menyusui anaknya hingga berusia dua tahun. Mengutip Awareness Days, Pekan ASI Sedunia ini bertujuan untuk menyoroti manfaat besar yang dapat diberikan ASI bagi kesehatan dan kesejahteraan bayi, serta dorongan yang lebih luas untuk kesehatan ibu, dengan fokus pada nutrisi yang baik, pengurangan kemiskinan dan ketahanan pangan. sumber ASI telah disebutkan dalam Al Quran, “Dan Kami perintahkan kepada manusia berbuat baik kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepadaKulah kembalimu.” QS Luqman 14.Dengan demikian, sejak 14 abad yang lalu masyarakat Muslim telah mengenal pengetahuan akan manfaat ASI bagi kesehatan bayi. Perintah menyapih anak dalam dua tahun relevan dengan temuan ilmiah tentang manfaat ASI. Misalnya dalam tulisan Rex D. Russell, “Design in Infant Nutrition” http// www. Russell mengatakan bahwa menyusui bayi selama dua tahun setelah kelahiran sungguh amat dalam Sudut Pandang Islam ASI dalam Islam tidak hanya berkaitan tentang makanan yang terbaik untuk bayi tetapi juga tentang mahram. Di Indonesia, permintaan terhadap donor ASI maupun tawaran untuk mendonorkan ASI dalam beberapa tahun terakhir banyak berseliweran di berbagai media sosial maupun melalui berbagai komunitas ibu menyusui. Menyikapi hal ini Majelis Ulama Indonesia MUI mengeluarkan fatwa No 28 Tahun 2013 Tentang Seputar Masalah Donor ASI atau Istirja’.Dalam fatwa itu disebutkan bahwa memberikan ASI kepada anak yang bukan anak kandung dan anak yang menerima ASI dari ibu yang bukan ibu kandung diperbolehkan. Namun ditekankan bahwa persusuan radla’ menyebabkan terjadinya mahram atau haramnya terjadi beberapa hal yang menyebabkan sepersusuan menjadi mahram antara lain 1 Usia anak yang menerima susuan maksimal dua tahun. 2 Ibu pendonor ASI diketahui identitasnya secara jelas. 3 Jumlah ASI yang dikonsumsi minimal sebanyak lima kali persusuan. 4 Cara penyusuan dilakukan langsung ke puting susu ibu imtishash maupun melalui perahan. 5 ASI yang dikonsumsi anak tersebut akibat persusuan dijelaskan dalam sejumlah hadis Nabi Muhammad SAW antara lain“Diharamkan untuk dinikahi akibat persusuan apa-apa yang diharamkan untuk dinikahi dari nasab/hubungan keluarga” HR Bukhari, Kitab Al-Syahadaat Bab Al-Syahadatu Ala Al- Ansaab ; Muslim, Kitab Al-Radhaa’ Bab Yakhrumu Min Al- Radhaa’ Maa Yakhrumu Min Al-Wilaadah.Pada tahun 2022 Laznas BSMU memiliki program campaign Go Happy dengan minimal uang Rp sudah bisa memberikan sejuta kebaikan dan kemaslahatan bagi mereka yang membutuhkan melalui
- Setiap 1 Agustus, dunia mulai merayakan Pekan ASI. Tahun ini, Hari ASI Sedunia atau Pekan Menyusui Internasional dimulai pada Minggu 1/8/2021 hingga Sabtu 7/8/2021.Sejarah Pekan ASI Sedunia berawal dari gagasan organisasi World Alliance for Breastfeeding Action WABA pada 14 Februari 1991 seiring dicetuskannya Innocenti Declaration yang diinisiasi oleh WHO, UNICEF, pemerintah dari beberapa negara, serta sejumlah organisasi Declaration bertujuan melindungi, mempromosikan, dan mendukung gerakan menyusui. Deklarasi ini selanjutnya diperingati dalam World Breastfeed Week WBW atau Pekan ASI Sedunia yang diperingati secara berkelanjutan sampai saat ASI Sedunia, sebut WABA dalam situsnya, merupakan gerakan menyusui secara global dan menyediakan dukungan untuk para ibu agar bisa menyusui di mana saja. Agenda ini dimulai secara aktif sejak 1992 dengan mengusung tema tahunan yang terus yang diangkat dalam Pekan ASI Sedunia biasanya berhubungan dengan perawatan kesehatan, wanita dan pekerjaan, Kode Internasional Pemasaran Pengganti ASI, dukungan masyarakat, ekologi, ekonomi, ilmu pengetahuan, pendidikan, hak asasi manusia, dan hal-hal terkait Hari ASI Sedunia 2021 Tema Pekan Menyusui Sedunia World Breastfeeding Day/WBW 2021 adalah Protect breastfeeding a shared responsibility Perlindungan mneyusui tanggung jawab bersama. Tema ini berbicara tentang bagaimana menyusui berkontribusi pada kelangsungan hidup, kesehatan, dan kesejahteraan semua orang. Dilansir Australian Breastfeeding Association ABA, tema tersebut juga mengakui bahwa meskipun dukungan di tingkat individu sangat penting, menyusui harus dianggap sebagai masalah kesehatan masyarakat yang membutuhkan investasi di semua 'membangun kembali dengan lebih baik' setelah pandemi COVID-19 akan memberikan peluang untuk menciptakan rantai dukungan untuk menyusui yang mencakup sistem kesehatan, tempat kerja, dan komunitas di semua lapisan masyarakat. Pentingnya Menyusui Bagi Ibu & Bayi Menyusui adalah salah satu cara paling efektif untuk memastikan kesehatan dan kelangsungan hidup anak. Namun, hampir 2 dari 3 bayi tidak disusui secara eksklusif selama 6 WHO, ASI adalah makanan yang ideal untuk bayi. Aman, bersih dan mengandung antibodi yang membantu melindungi anak dari banyak penyakit menyediakan semua energi dan nutrisi yang dibutuhkan bayi untuk bulan-bulan pertama kehidupannya, dan ASI terus menyediakan hingga setengah atau lebih dari kebutuhan nutrisi anak selama paruh kedua tahun pertama, dan hingga sepertiga selama tahun yang disusui menunjukkan hasil lebih baik dalam tes kecerdasan, lebih kecil kemungkinannya untuk kelebihan berat badan atau obesitas dan kurang rentan terhadap diabetes di kemudian hari. Wanita yang menyusui juga memiliki penurunan risiko kanker payudara dan pengganti ASI yang tidak tepat terus melemahkan upaya untuk meningkatkan tingkat dan durasi menyusui di seluruh dan UNICEF merekomendasikan agar anak-anak mulai disusui satu jam pertama kelahiran dan secara eksklusif selama 6 bulan pertama kehidupan – artinya tidak ada makanan atau cairan lain yang diberikan, termasuk harus disusui sesuai permintaan – yaitu sesering yang diinginkan anak, siang dan malam. Botol atau dot tidak boleh usia 6 bulan, anak harus mulai makan makanan pendamping ASI yang aman dan memadai sambil terus menyusui hingga 2 tahun dan secara aktif mempromosikan menyusui sebagai sumber nutrisi terbaik untuk bayi dan anak kecil, dan berupaya meningkatkan tingkat pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan pertama hingga setidaknya 50% pada tahun juga Pekan Hari ASI Sedunia 1 Agustus 2021 Cara Atasi ASI Tersumbat Kondisi yang Mengharuskan Batal Puasa bagi Ibu Hamil dan Menyusui - Sosial Budaya Penulis Dipna Videlia PutsanraEditor Iswara N Raditya
- Hari Hama Sedunia di seluruh negara selalu diperingati pada tanggal 6 Juni. Hari Hama Sedunia adalah sebuah peringatan global yang diadakan setiap tahun untuk meningkatkan kesadaran dan mempromosikan upaya penanggulangan hama di seluruh dunia. Hari Hama Internasional juga bertujuan untuk mengedukasi masyarakat tentang bahaya yang ditimbulkan oleh hama, mendorong tindakan pencegahan, dan memperjuangkan keberlanjutan pertanian serta lingkungan yang sehat. Dikutip dari situs National Day, peringatan Hari Hama Sedunia berawal dari kesadaran masyarakat terhadap bahaya yang ditimbulkan oleh penggunaan pestisida kimia untuk memerangi hama. Kesadaran ini mulai muncul pada tahun 1960-an. Sebagai respons terhadap hal ini, muncul kembali kepentingan pada pengendalian hama secara biologis. Baca Juga Bikin Ketagihan! Simak Resep Sop Tomat Daging, Menu Makan Siang Spesial Bersama Keluarga Baca Juga Polisikan Siswi SMP, Rupanya Pemkot Jambi Murka Disebut Kerajaan Firaun, Netizen Bertobatlah Sebelum... Baca Juga KONTRAS, Perbedaan Mencolok Shane Lukas dan Mario Dandy di Sidang Perdana, Banjir Dukungan vs Sendirian Meskipun penggunaan pestisida kimia masih menjadi metode utama dalam pengelolaan hama saat ini, banyak orang juga mulai tertarik pada pendekatan tradisional dan alami dalam pengendalian hama. Hari Hama Sedunia akhirnya pertama kali diperingati pada tahun 2017. Peresmian acara ini diadakan pada tanggal 6 Juni 2017 di sebuah Hotel Beijing, Cina. Asosiasi Pengendalian Hama Cina memimpin inisiatif perayaan ini, dengan partisipasi dari organisasi seperti Federasi Asosiasi Manajer Hama Asia dan Oseania serta Asosiasi Manajemen Hama Eropa. Sebanyak 30 asosiasi berkontribusi dalam mempromosikan peringatan ini, mengakui ancaman yang ditimbulkan oleh hama dan mencari solusi untuk memberantasnya. Hari Hama Sedunia memiliki beberapa makna penting. Pertama, peringatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang ancaman serius yang ditimbulkan oleh hama terhadap pertanian dan ketahanan pangan global. Hama seperti serangga penggerek, wereng, kutu, atau penyakit tanaman dapat menyebabkan penurunan hasil panen yang signifikan dan berdampak negatif pada kehidupan masyarakat. Kedua, Hari Hama Sedunia mengingatkan kita tentang perlunya tindakan pencegahan dan pengendalian hama yang efektif.
Hari ASI Sedunia diperingati pada tanggal 1 Agustus setiap tahunnya. Hal ini berlangsung selama satu minggu 1-7 Agustus dengan nama Pekan ASI penyelenggaraan pekan ASI sedunia adalah untuk menyadarkan masyarakat tentang pentingnya ASI bagi anak. ASI memberikan manfaat untuk kesehatan, nutrisi, dan emosional ibu dan menjadi sumber nutrisi terbaik bagi bayi dan melindunginya dari berbagai penyakit. Ingin mengetahui sejarah Hari ASI Sedunia? Simak penjelasan berikut Sejarah Hari ASI Seduniailustrasi ibu dan bayi TovarPekan ASI Sedunia atau Hari ASI Sedunia terjadi berkat gagasan organisasi World Alliance for Breastfeeding Action WABA pada 14 Februari 1991. Gagasan ini lahir seiring dicetuskannya Innocenti Declaration yang diresmikan oleh WHO, UNICEF, pemerintah dari beberapa negara, serta sejumlah organisasi Declaration memiliki tujuan untuk melindungi, mendukung, sekaligus mempromosikan gerakan menyusui. Deklarasi ini diperingati dalam World Breastfeed Week WBW atau Pekan ASI Sedunia pada tanggal 1-7 ASI Sedunia adalah sebuah gerakan menyusui secara global yang mendukung para ibu agar bisa menyusui di mana saja dengan nyaman. Kegiatan ini dimulai secara aktif sejak 1992 dengan tema yang berganti setiap ASI Sedunia biasanya mengangkat tema yang berhubungan dengan kesehatan ibu dan anak. Contohnya adalah tentang perempuan dan pekerjaan, perawatan kesehatan, pemasaran, ekonomi, dan masih banyak yang lainnya. Baca Juga Gak Cuma untuk Bayi, Ini 5 Manfaat Bedak Bayi untuk Kebun Kesayangan 2. Manfaat menyusui bagi ibu dan bayiIlustrasi ibu dan bayi TankilevitchMenurut WHO, Air Susu Ibu ASI merupakan makanan atau nutrisi yang ideal untuk bayi. Makanan ini bersih dan mengandung antibodi yang dapat melindungi anak dari berbagai menyusui ASI menjadi salah satu cara yang efektif untuk memastikan kesehatan hidup bayi. ASI menyediakan berbagai nutrisi dan energi yang dibutuhkan oleh bayi setiap harinya selama yang disusui menunjukkan hasil yang lebih baik dalam tes kecerdasan dan memiliki kemungkinan yang kecil untuk memiliki kelebihan berat badan. Selain itu, ibu yang menyusui juga akan mengalami penurunan risiko kanker Durasi ideal menyusui bayiIlustrasi Ibu dan bayi ShvetsWHO dan UNICEF merekomendasikan durasi yang ideal untuk menyusui bayi dengan ASI yaitu mulai dari satu jam pertama saat kelahiran dan secara eksklusif selama 6 bulan. Selama periode tersebut, tidak ada air makanan lainnya yang masuk ke dalam mulut bayi. Saat menyusui bayi, orang tua sebisa mungkin harus menghindari penggunaan botol atau dot. Bayi disusui sesuai permintaan anak, yaitu pagi, siang, atau bayi sudah menginjak 6 bulan, bayi bisa mengonsumsi makanan pendamping ASI atau MPASI dan menyusui hingga umur 2 tahun. WHO sangat mempromosikan menyusui karena merupakan sumber nutrisi yang baik untuk ASI Sedunia yang jatuh pada tanggal 1 Agustus selama sepekan ini memiliki tujuan yang baik untuk mendukung gerakan ibu menyusui kepada anak. Dengan menyusui ASI, bayi dan ibu pun tetap sehat! Baca Juga Cara Melancarkan ASI, Bagus Untuk Mencegah Stunting
Apa itu Hari Lahan Basah Sedunia? Setiap tanggal 2 Februari diperingati sebagai hari Lahan Basah Sedunia, sebagai tindak lanjut telah disepakati dan ditandatanganinya suatu Konvensi Internasional Perjanjian Internasional tentang lahan basah, tepatnya tanggal 2 Februari 1971 di kota Ramsar, Iran. Konvensi tersebut kemudian kita kenal sebagai Konvensi Ramsar. Konvensi pada awalnya fokus pada masalah burung air termasuk burung air migran, lalu berkembang kepada konservasi ekosistem lahan basah termasuk keanekaragaman hayati di dalamnya. Bahkan saat ini lebih bermulti fokus menyangkut seluruh aspek kehidupan manusia. Melihat kenyataan tersebut, dapatlah disimpulkan bahwa lahan basah adalah penyangga kehidupan. Lahan basah menurut Konvensi Ramsar merupakan definisi yang luas, yaitu ”Daerah-daerah rawa, payau, lahan gambut, dan perairan alami atau buatan; tetap atau sementara; dengan air yang tergenang atau mengalir, tawar, payau atau asin; termasuk wilayah perairan laut yang kedalamannya tidak lebih dari enam meter pada waktu air surut”. Indonesia masuk menjadi anggota Konvensi Ramsar pada tahun 1991 dengan diterbitkannya Keppres 48 th 1991 yang merupakan Ratifikasi Konvensi Ramsar di Indonesia. Pada tahun 1996, sebagai salah satu hasil pertemuan para anggota Konvensi Ramsar, ditetapkan bahwa tanggal 2 Februari adalah Hari Lahan Basah Sedunia. Pada tahun 1997, Hari Lahan Basah Sedunia untuk pertama kalinya diperingati di seluruh dunia oleh negara-negara anggota Konvensi Ramsar. Tema tahun 2017 ini adalah ”Wetlands for Disaster Risk Reduction – Lahan Basah bagi Pengurangan Risiko bencana”. Kegiatan manusia yang tidak melindungi, tidak menjaga, bahkan merusak demi beberapa alasan terutama berlatar belakang ekonomi adalah faktor utama penyebab terjadinya berbagai kerusakan dan bencana di muka bumi. Beberapa dekade terakhir bahkan bencana meningkat secara drastis, seiring dengan semakin parahnya perubahan iklim yang berkontribusi terhadap cuaca yang lebih ekstrim dan semakin tidak terduga. Degradasi dan kerusakan ekosistem turut meningkatkan kerawanan ekosistem terhadap bencana. Ditambah dengan tingginya tingkat kemiskinan masyarakat di sekitar ekosistem, maka risiko bencana semakin meningkat. Lahan basah yang kondisinya masih baik haruslah dijaga dan dipertahankan, sementara lahan basah yang telah terdegradasi dan rusak harus segera dipulihkan dan dikembalikan fungsi serta manfaatnya, agar ekosistem kembali menjadi kuat. Ekosistem lahan basah yang kuat akan mengurangi risiko bencana bagi ekosistem itu sendiri dan masyarakat yang tinggal di sekitarnya. Frekuensi bencana di hampir seluruh belahan dunia terus meningkat, bahkan dalam 35 tahun terakhir frekuensinya meningkat lebih dari dua kali lipat Sumber Ramsar. Penyebab utamanya adalah rusaknya lingkungan akibat ulah dan kelalaian manusia, diperparah lagi dengan fenomena perubahan iklim yang terjadi. Kondisi demikian menyebabkan menurunnya daya dukung lingkungan, sehingga lingkungan dan bahkan kehidupan masyarakat di dalamnya menjadi semakin terancam dan rentan. Badan dunia yang membidangi masalah Air memperkirakan bahwa 90% dari semua bencana alam terkait dengan air. Intergovernmental Panel on Climate Change IPCC memprediksikan bahwa peristiwa ekstrim ke depan akan jauh lebih parah lagi. Kerusakan lingkungan serta bencana yang terus menerpa, menjadikan ekosistem lingkungan dan kondisi sosial ekonomi masyarakat terutama masyarakat miskin semakin rentan. Ramsar menyatakan bahwa 90% kematian akibat bencana terdapat di negara-negara miskin dan berpendapatan yang rendah. Indonesia adalah negara kepulauan terbesar yang terletak diantara dua lempeng benua yang menjadikan negara kepulauan ini memiliki risiko bencana gempa, letusan gunung berapi, tsunami, banjir dan tanah longsor 10 kali lebih besar dibandingkan dengan negara lainya. Kondisi ini diperparah dengan predikat Indonesia sebagai negara tropis yang memiliki tingkat kerentanan terhadap dampak perubahan iklim yang cukup tinggi. Data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana BNPB menunjukkan bahwa tren bencana Indonesia dari 2002 hingga 2015 cenderung meningkat. Pada tahun 2002, tercatat 143 bencana terjadi di Indonesia, meningkat hingga bencana pada 2015 Sumber Sembilan puluh lima persen diantaranya merupakan bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, puting beliung, cuaca ekstrim, dan kekeringan. Semuanya akibat tingginya kerusakan lingkungan, meningkatnya dampak perubahan iklim dan tidak terintegrasinya program pengurangan risiko bencana kedalam ranah kerja sektoral dan sebaliknya. Sebagai upaya untuk mengurangi risiko bencana ditengah meningkatnya perubahan iklim dan semakin terdegradasinya lingkungan, Wetlands Internasional Indonesia WII saat ini tengah menerapkan sebuah pendekatan inovatif untuk mengurangi risiko bencana dan meningkatkan ketahanan masyarakat rentan bencana yang dikenal dengan pendekatan Integrated Risk Management IRM/Pengelolaan Risiko Terpadu. IRM merupakan pendekatan yang memadukan Pengurangan Risiko Bencana PRB, Adaptasi Perubahan Iklim API, serta Manajemen dan Restorasi Ekosistem MRE secara bersamaan. Delapan prinsip utama IRM partisipatif, multidisiplin, kemitraan, pendekatan landscape, penguatan sumber-sumber penghidupan, pembelajaran yang berkelanjutan, bekerja pada skala waktu yang beragam dan penguatan kelembagaan. Dalam penerapannya, WII bekerjasama dengan masyarakat, sektor swasta dan pemerintah, dalam mengintegrasikan Integrated Risk Management IRM/ pengelolaan risiko terpadu kedalam kebijakan, praktek investasi dan praktek pembangunan di Indonesia. Penerapan IRM bukanlah hal yang baru. Antara tahun 2011-2015, WII melalui program Partners for Ressilience telah berhasil mengembangkan kegiatan di lapangan yang terbukti tahan terhadap risiko dan sesuai dengan prinsip-prinsip IRM, salah satunya adalah kegiatan rehabilitasi pesisir dan penguatan ekonomi masyarakat pesisir yang dilakukan di Kabupaten Ende dan Sikka, NTT. Saat ini babak baru telah dimulai dimana program lanjutan dilakukan untuk mendorong aplikasi IRM yang lebih luas dalam agenda pembangunan di Indonesia, melalui kegiatan advokasi dan dialog kebijakan IRM. Untuk WII, babak baru ini difokuskan pada program pengarus utamaan IRM dalam rencana pembangunan ekosistem dataran rendah khususnya ekosistem mangrove dan gambut di beberapa lokasi di Pulau Jawa, Sumatera dan Kalimantan. Kembalikan peran dan fungsi Lahan Basah, agar risiko bencana semakin berkurang. ”Ekosistem lahan basah sehat, Bencana terhambat, Masyarakat menjadi kuat” Selamat hari Lahan Basah Sedunia 2017 ”Wetlands for Disaster Risk Reduction – Lahan Basah bagi Pengurangan Risiko Bencana” Informasi lebih lanjut silakan hubungi Wetlands International Indonesia Jl. Bango No. 11 Bogor 16161 Tel. 0251 8312189; E-mail [email protected]
hari asi sedunia 2017