Pertama, timing pengapian yang bersifat tetap dan kedua timing pengapian yang bisa diubah/setel sesuai setingan mesin (programmable). “CDI racing tipe pertama, biasa dipakai untuk motor harian, sedangkan tipe programmable, lebih efektif diaplikasi pada motor balap maupun road race,” ujar Ruddy Tanumihardjo, distributor Cheetah Power.
Sistem Pengapian – Yang kita ketahui, Mesin bensin bekerja memanfaatkan suatu energi kalor dan tekanan panas yang dihasilkan dari proses pembakaran campuran bahan bakar dan udara didalam ruang pembakaran. campuran bahan bakar dan udara tersebut dikompresikan didalam ruang bakar memerlukan percikan bunga api busi untuk bisa memulai proses pembakaran.
Komponen Sistem Pengapian : 1. Baterai : Sumber Arus. 2. Fuse / Sekring : Pengaman Rangkaian /Pembatas Arus pada rangkaian. 3. Ignition Switch : Untuk memutuskan dan menghubungkan aliran listrik dari baterai ke koil. 4. Igntion Coil : Untuk mempertinggi tegangan listrik dari 12 volt menjadi ( 20.000 – 30.000 Volt )
11. Berikut ini yang bukan merupakan langkah perbaikan sistem pengapian adalah… a. Pemeriksaan poros kemudi * b. Pemeriksaan baterai c. Pemeriksaan fuse d. Pemeriksaan kontak e. Pemeriksaan koil pengapian. 12. Pada pemeriksaan koil , berapakah tahanan standar kumparan primer … a. 1-2 ohm b. 2-3 ohm c. 3-4 ohm d. 1,3-1,5 ohm * e. 3,1-5,1 ohm
Misalkan di CDI standar pada 6.000 rpm, timing pengapiannya 30 sebelum TMA. CDI racing programable bisa atur maju mundur derajat pengapianDi CDI racing, selain timing pengapian yang berbeda dengan CDI standar, biasanya rpm limiter dihilangkan. Misalnya di motor standar yang asalnya limiter di 9.500 rpm mesin sudah mbrebet, di CDI racing bisa
Q9xU3k.
daftar timing pengapian motor standar