Disinipenulis akan mengajak para pembaca untuk melihat-lihat wisata Air terjun yang berada di Aceh Selatan ini. Air Terjun Ie Dingin adalah salah satu objek wisata yang terletak di desa Lhok pawoh, kecamatan Sawang, kabupaten Aceh Selatan. Letaknya yang strategis yaitu dipinggiran jalan raya Blang Pidie-Tapak Tuan menjadikan objek wisata ini GayoLues sendiri merupakan hasil pemekaran dari Kabupaten Aceh Tenggara pada April 2002 silam. Kabupaten ini terletak di dataran tinggi Provinsi Aceh. Wilayahnya yang berada di ketinggian 500 - 2.000 meter di atas permukaan laut (m dpl), dikelilingi hutan Kawasan Ekosistem Leuser (KEL), hutan terluas di Asia Tenggara dengan beragam flora dan Saranotomatis membantu Anda mempersempit hasil pencarian dengan cepat, dengan menyarankan hasil yang mungkin cocok selagi Anda mengetik. BANDAACEH, BMKG Koordinator Propinsi Aceh mengeluarkan Peringatan Dini Prakiraan Cuaca dengan potensi curah hujan sedang hingga hujan lebat ( pada katagori 2 sampai 4) dan berdampak banjir dalam sekala menengah di wilayah bantaran sungai atau wilayah dataran rendah, daerah hilir serta tanah longsor untuk wilayah dataran tinggi. Nextarticle Berlibur Ke Aceh Tamiang? Harus Berendam Di Pemandian Gunung Pandan! Hibur. https://hibur.id. Berkemah Di Bukit Cumbri - Bukit Di Atas Awan. July 13, 2022. Menikmati Keindahan Laut Dari Ketinggian Dengan Berkemah Di Puncak Kosakora. July 13, 2022. POPULAR CATEGORY. Travel 689; News 197; XezxAv. “Tempat ini menyimpan potensi yang luar biasa. Saya tidak bisa kerja sendirian untuk mengembangkannya, butuh bantuan semua masyarakat," kata Bupati Aceh Tamiang Mursil di hadapan ratusan peserta camping ground di Bukit Awan, Bengkelang, Bandarpusaka, Minggu 23/2/2020 dini hari. Mursil tiba di Bukit Awan menjelang tengah malam, karena sebelumnya menghadiri kunjungan Presiden Jokowi di Bireuen. Sehari sebelumnya, Sabtu 22/2, mobil double cabin berpelat merah yang ditumpangi Rita Syntia, istri Bupati Aceh Tamiang Mursil terpaksa kembali sebelum mencapai Bukit Awan, lokasi yang dijadikan pusat camping ground. Medan yang sangat curam dan licin akibat guyuran hujan memang tidak memungkinkan bagi rombongan untuk melanjutkan perjalanan. Sejatinya rombongan ini bergabung dengan ratusan peserta camping ground yang mendirikan sejumlah tenda di Bukit Awan pada 22-23 Februari 2020. Tidak mudah mencapai lokasi ini, terlebih setelah hujan mengguyur, karena membuat jalanan licin. Kondisi sepanjang jalan yang berlum teraspal ini menyebabkan jalanan berlumpur, sehingga menyulitkan kendaraan melaju normal. Selain itu terdapat beberapa tikungan tajam dan mendaki. "Kondisi jalan belum memungkinkan untuk dilalui mobil biasa, dibutuhkan mobil gardan dua untuk naik ke Bukit Awan dan Tamsar 27," kata Ketua SAR Aceh Tamiang, Khairul yang terus memantau aktivitas camping ground di Bukit Awan. Akses utama yang belum akrab bagi pengendara ini menyebabkan keindahan Tamsar 27 dan Bukit Awan belum bisa dinikmati banyak orang. Namun dibanding sebulan lalu, jumlah pengunjung ke dua objek wisata ini terus meningkat. Pengunjung umumnya komunitas pemuda maupun individu yang terlanjur penasaran dengan keindahan objek wisata ini. "Di media sosial sudah menjadi perbincangan, makanya penasaran. Dan hari ini penasaran itu terjawab, ternyata memang sangat indah pemandangannya," kata Hendra, warga Karangbaru yang ikut menjadi peserta camping ground. Meningkatnya angka pengunjung ini ditandai dengan mulai berdenyutnya perekonomia di sekitar Bukit Awan. Walau belum banyak, warung-warung di seputaran Bukit Awan mulai tertimpa rezeki karena diserbu pengunjung, khususnya di akhir pekan dan libur nasional. "Karena mendengar mau ada camping, kami langsung buka warung di sini. Lumayan, dari semalam warung kami tidak tutup-tutup karena terus didatangi pengunjung," kata wanita paruh baya yang menyediakan mi instan dan berbagai macam minuman hangat. Pedagang yang sungkan menyebutkan identitasnya menjelaskan umumnya pengunjung memesan mi instan, teh manis, dan kopi. Pada Minggu 23/2 pagi, teh manis di warungnya sudah kehabisan karena diburu pengunjung mulai dari Sabtu 22/2 hingga dini hari. "Kami berharap jalan ke sini diaspal, biar semakin banyak yang datang ke warung kami," kata wanita itu. Bupati Aceh Tamiang Mursil dalam kunjungannya ke lokasi ini menyatakan komitmennya untuk mempercepat pembangunan di kawasan wisata, termasuk Bukit Awan dan Bengkelang. Secara tegas dia meminta seluruh SKPK terlibat dalam program ini. Secara khusus Mursil berterima-kasih kepada Datok Penghulu Bengkelang, Ardan yang sudah berjuang membuka jalur ke Bukit Awan dan Tamsar 27. Masih butuh kerja keras banyak pihak untuk menjadikan Bengkelang sebagai pusat pariwisata Aceh Tamiang. Saat ini akses ke dua objek wisata itu masih sangat bergantung dengan alam. Bila hujan, pengunjung dipastikan tidak bisa mencapai Bukit Awan maupun Tamsar 27 karena jalan licin dan berlumpur. "Kita harus kerja keras untuk mengatasi situasi ini. Semua pihak, terutama SKPK dan masyarakat harus kerja keroyokan agar keindahan alam dan anugerah Allah ini dapat dinikmati oleh semuanya,” ungkap Mursil. Mursil optimis potensi kekayaan alam yang dimiliki Bengkelang akan memberikan dampak positif bagi masyarakat. Selain panorama indah yang bisa dijual sebagai pariwisata, Bengkelang juga merupakan kawasan subur yang cocok untuk ditanami berbagai tanaman. "Dinas Pertanian sudah saya suruh bagikan bibit jeruk, jahe, dan lainnya. Kasih yang terbaik agar dikembangkan oleh masyarakat di sini. Ke depan ini akan menjadi penghasil buah-buahan terbesar di Aceh Tamiang," sambungnya. Datok Penghulu Bengkelang, Ardan mengatakan, Bengkelang memiliki ketinggian sekira 600 mdpl. Kawasan ini memiliki daya tarik, karena salah satu titik lokasinya diselimuti awan yang kemudian disebut sebagai Bukit Awan. Di momen tertentu dari Bukit Awan ini bisa terlihat Kota Kualasimpang hingga Pangkalanbrandan di Kabupaten Langkat, Sumut. "Cukup cantik pak, kalau malam lampu-lampu di Brandan bisa terlihat," jelasnya. Camping ground yang dilaksanakan 22-23 Februari ini diikuti lebih 200 peserta yang berasal dari berbagai komunitas masyarakat Aceh Tamiang. Peserta mendirikan tenda sendiri dan sebagian menumpang di tenda yang disediakan Pemkab Aceh Tamiang. Sayang, perjalanan ke Tamsar 27 yang merupakan puncak acara batal dilaksanakan, karena dua mobil masyarakat mogok di tengah jalan sehingga menutupi akses ke objek wisata baru itu.rahmad wiguna Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Menikmati hari libur dengan udara segar sambil menikmati hal-hal seru bisa menjadi pilihan menarik di Aceh tamiang, seperti berkemping diatas bukit awan. Lokasi wisata ini tersembunyi dan belum begitu populer bagi masyarakat di luar Aceh Tamiang. Meski begitu para wisatawan jika berkunjung ke sana tidak akan merasa awan merupakan salah satu objek wisata populer di Aceh tamiang. setelah Bupati H. Mursil, SH, pada tanggal 20 februari 2020 mengunjungi wisata bukit awan pada kegiatan camping ground, bukit awan menjadi lebih dikenal masyarakat luas dan pengunjung banyak tertarik untuk mengunjunginya terutama di kalangan remaja geograpis bukit awan ini terletak di kawasan desa Bengkelang, kecamatan Bandar Pusaka, kabupaten Aceh Tamiang, provinsi Aceh, tempat ini selalu ramai dikunjungi pada akhir pekan, musim liburan atau hari besar lainnya. Untuk bisa sampai dilokasi tersebut dari kuala simpang harus menempuh jarak 63 km atau setara dengan 2,5 jam. Untuk menikmati keindahan bukit awan ini kita harus melewati medan jalanan yang terjal, sempit, menanjak dan berkelok yang cukup menantang. Hal ini memang tak aneh karena lokasi bukit awan yang menanjak ke atas perbukitan, desa tersebut berada di atas ketinggian sekitar 600 meter di atas permukaan laut. Pesona alam indah yang bisa disaksikan di bukit awan beragam, dimulai dari pemandangan pegunungan, matahari terbit yang begitu mengagumkan dan pamandangan hamparan awan, keindahan alam kekinian dan instagramable ini membuat pengunjung lebih mengenal tempat ini sebagai bukit awan. Munculnya awan di bawah bukit pada pukul WIB, maka untuk menikmati pemandangan dengan awan yang ada di bawah bukit kita harus berada di lokasi pada pukul waktu perjalanan disuguhi pemandangan alam pepohonan hijau dan lahan pertanian masyarakat setempat. Meski menempuh perjalanan yang amat payah dan melelahkan, namun semua akan terbayar lunas setelah sampai di lokasi wisata. Pemandangan yang mempesona dan menawan, seketika itu menghilangkan lelahnya pengunjung akan pergi ke bukit awan pada malam hari. Mereka akan mendirikan tenda untuk bermalam di sana. Tak kalah cantik di malam hari pengunjung bisa menyaksikan lampu-lampu perkotaan yang tampak terlihat. Di waktu tertentu kita bisa menyaksikan kota Kuala Simpang hingga Pangkalan Berandan Sumatra pagi harinya pengunjung akan dimanjakan dengan hamparan awan dibawah bukit yang tampak seperti samudra luas. Di hiasi dengan pemandangan alam indah matahari terbit atau sunrise dan di suguhkan bayangan-bayangan pegunungan. Sangat indah dan memanjakan mata siapa saja yang melihatnya. Sangat mengagumkan untuk dijadikan objek berFoto dengan latar di atas awan, bercahaya ke kuningan terbit matahari dan bayangan pegunungan. Seperti berdiri di atas awan begitulah kata Iqbal selaku warga desa Pantai Cempa yang pernah mengunjungi bukit awan. Memang tak di ragukan lagi, panorama alam indah pagi yang disuguhkan di objek wisata bukit awan membuatnya selalu menarik dan ramai dikunjungi tidak oleh wisatawan saja tapi juga bagi warga perlu kocek terlalu besar untuk mengunjungi bukit awan hanya Rp. 15000 untuk 1 kendara motor dan Rp. untuk kendaraan roda 4. Perlu di ingat jika ingin datang mengendarai roda 4 haruslah kendaraan roda 4 yang dauble cabin, dikarnakan jalannya cukup terjal jika mobil biasa akan sulit untuk melaluinya. Tak perlu beli atau membawa tenda dari tempat jauh karna di desa Babo tepatnya di pasar tradisional Babo terdapat tempat untuk menyewa tenda dengan harga Rp. - Rp tergantung layer yang di pasilitas di sekitar wisata masih belum memadai seperti tidak ditemukannya toilet atau kamar mandi dan tempat untuk beribadah. Diharapkan pengelolaan tempat wisata tersebut lebih memperhatikan keadaan tersebut untuk kenyaman pengunjung. 1 2 Lihat Travel Story Selengkapnya

bukit awan aceh tamiang